Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan

Senin, 29 Februari 2016

Zhuge Liang

adalah ahli strategi militer yang hidup pada 181 – 234 Masehi pada zaman Tiga Negara Sam Kok. Dia adalah ahli strategi dari negara Shu Han yang paling cerdik dan terkenal dalam sejarah Tiongkok. Zhuge Liang juga adalah salah seorang Dewa dan tokoh agama Tao yang sangat menguasai ilmu astronomi dan memahami ritual-ritual keagamaan Tao. Dia acapkali dilukiskan sedang memakai sebuah jubah dan memegang kipas yang terbuat dari bulu burung bangau. Dia dikenal dengan nama Kong Ming atau Kong Beng dan mempunyai julukan “Naga Tidur”.


Perjalanan Hidup Zhuge Liang
Ia mengikuti Liu Bei setelah Liu Bei dan kedua adik angkatnya (Guan Yu dan Zhang Fei) membuat tiga kunjungan untuk menjemputnya menjadi ahli strategi negeri Shu. Terharu dengan keikhlasan dan kemurnian hati Liu Bei yang menangis karena mengenangkan nasib rakyat pada zaman peperangan itu, maka ia mengabdikan diri kepada Liu Bei. Nasihat pertama yang diberikannya secara pribadi kepada Liu Bei adalah “Longzhong Plan”, yaitu tentang pendirian tiga negara besar di tanah Tiongkok, yaitu Wei, Wu dan Shu. Nasihat pertama Zhuge Liang ini menjadi kenyataan setelah beberapa tahun membantu Liu Bei di dalam peperangan untuk menegakkan Dinasti Han yang telah rapuh.
Setelah Liu Bei wafat, Liu Bei mengamanatkan padanya untuk memulihkan kembali kekuasaan Dinasti Han dan ’mengambil’ alih kekuasaan kalau-kalau anak Liu Bei, Liu Chan, tidak becus dalam menjalankan negara. Walaupun Liu Chan terbukti tidak cakap, Zhuge Liang masih menghargainya sebagai kaisarnya. Hal pertama yang dia lakukan adalah mengamankan daerah Nanman. Dan pada tahun 225 M dia menginvasi daerah Nanman dan berhasil menangkap pemimpinnya, Meng Huo. Zhuge Liang kemudian menawarkan status aliansi kepada Nanman yang kemudian ditolak oleh Meng Huo. Setelah Zhuge Liang menangkap dan melepaskan Meng Huo sebanyak tujuh kali, akhirnya Meng Huo mau menerima penawaran itu dan menjadi aliansi untuk Shu.
Setelah mengamankan daerah selatan dan memastikan tidak akan ada pemberontakkan dari Nanman maka kampanye utara pun dilaksanakan. Pada tahun 227 M Zhuge Liang menginvasi Tian Shui dan berhasil merekrut seorang prajurit Wei yang cakap, Jiang Wei, untuk bergabung dengan Shu (Jiang Wei kemudian ditunjuk menjadi penerus dari Zhuge Liang pada pertempuran di WuZhang (Battle of WuZhang).
Tahun 228 M Dia mengirimkan anak buahnya, Ma Su untuk mengambil daerah Jie Ting. Dan perang antara Shu yang dikomandani oleh Ma Su dengan Wei yang dikomandani oleh Sima Yi terjadi. Ma Su yang telah dilarang oleh Zhuge Liang untuk mendirikan perkemahan di puncak gunung bersikeras melakukannya dengan alasan agar lebih mudah menghancurkan perkemahan musuh. Namun, tak terpikirkan oleh Ma Su, ternyata hal itu malah membuat Wei menjadi mudah menyerang. Pasukan Wei dipimpin oleh Zhang He menaiki bukit menuju perkemahan Shu yang membuat Ma Su mundur dan kalah telak. Pada akhirnya, Ma Su yang dijadikan penjahat negara dieksekusi mati oleh atasannya sendiri, Zhuge Liang.
Tahun 229 M Zhuge Liang kembali mengambil alih komando perang, kali ini di Chen Cang. Chen Cang yang merupakan daerah Wei yang dilindungi oleh Sima Yi. Lagi-lagi perang antara Zhuge Liang dan Sima Yi terjadi. Alhasil, walaupun Chen Cang yang terutama gerbang utamanya itu sangat terlindungi, namun dengan segala perlengkapan berat Shu, Chen Cang akhirnya jatuh ke tangan Zhuge Liang.
Pertempuran WuZhang – Kematian Zhuge Liang
Kampanye utara ini tak berakhir sampai di Chen Cang, tapi Zhuge Liang meneruskannya sampai ke dataran Wu Zhang. Pada tahun 234, Zhuge Liang memimpin 100.000 pasukan untuk melanjutkan ekspedisinya setelah melakukan tiga tahun persiapan sejak ekspedisi terakhirnya. Pada saat yang sama Zhuge Liang mengirimkan utusan ke Dong Wu agar Wu dapat menyerang Wei pada saat bersamaan. Pada tahun yang sama, pasukan Shu telah sampai ke daerah Wuzhang dekat Sungai Wei dan mendirikan kemah di sana. Sementara komandan Cao Wei, Sima Yi telah menyiapkan 200.000 pasukan dan bersiap di tepi selatan Sungai Wei.
Sima Yi tidak mau menantang pasukan Shu, namun lebih memilih untuk membuat pasukan Shu mundur karena kehabisan perbekalan. Zhuge Liang mengerti akan kondisi ini dan memerintahkan pasukannya untuk bercocok tanam agar tidak kehabisan bahan pangan (kebijakan ini dipopulerkan oleh Cao Cao). Pasukan Shu sendiri tidak menyerang, melainkan menunggu penyerangan yang dilakukan oleh Wu ke Wei sebelum menyerang pasukan Wei. Pasukan Shu menantang pasukan Wei untuk bertempur beberapa kali, tapi Sima Yi tetap tidak mau melawan musuh.
Sesudah itu Zhuge Liang mengirimkan pakaian wanita ke Sima Yi, ia berkata bahwa Sima Yi adalah wanita karena tidak berani menyerang. Para perwira pasukan Wei sangat marah terhadap hal ini, namun Sima Yi tetap tidak terpancing untuk menyerang. Untuk menenangkan perwiranya Sima Yi meminta izin Kaisar Wei Cao Rui untuk menyerang musuh. Cao Rui mengerti akan situasi di sana dan mengirimkan penasihatnya Xin Pi ke Sima Yi untuk memberi tahu para pasukan Wei agar tetap bersabar.
Zhuge Liang akhirnya jatuh sakit karena kelelahan; kondisinya semakin hari semakin buruk. Saat mendengar tentang hal ini Kaisar Shu, Liu Chan mengirim Li Fu untuk bertanya kepada Zhuge Liang tentang apa rencana yang telah disusun untuk kerajaan Shu kedepannya. Zhuge Liang yang memang seorang ahli perhitungan ramal juga sebelumnya telah meramalkan bahwa dirinya sulit lolos dari maut di pertempuran kali ini. Ia lalu mengamanatkan bahwa Jiang Wan dapat mengambil posisinya sebagai Perdana Menteri kelak; dan setelah Jiang Wan meninggal Fei Yi dapat mengambil posisinya. Zhuge Liang juga memberikan instruksi bagaimana cara pasukan Shu untuk mundur secara bertahap dari Hanzhong.
Kabar mengenai Zhuge Liang yang sudah jatuh sakit ini akhirnya sampai ke telinga Sima Yi. Sebelum mulai perang terbuka, Zhuge Liang mengirimkan surat kepada kaisar Wu, Sun Quan, meminta untuk menyerang Wei dengan harapan Wei akan kekurangan pasukan ketika melawan Shu di Wu Zhang nanti. Kerajaan Wu meluluskan permintaan tersebut namun tidak dengan sepenuh hati dikarenakan hanya untuk menghargai aliansi Wu-Shu. Wu yang akhirnya menyerang istana He Fei milik Wei malah mengalami kekalahan. Tapi bagaimanapun perang di Wu Zhang harus tetap dimulai.
Akhirnya pada tahun 234 M Zhuge Liang mengumumkan perang terbuka terhadap Wei yang dikomandani oleh Sima Yi. Walaupun sakit, Zhuge Liang tetap mengomando pasukan Shu sampai akhirnya dia wafat ketika perang belum berakhir. Zhuge Liang yang bekerja terlalu keras dan penuh tekanan, telah membuat dirinya sakit pada operasi penyerangan yang keenam. Zhuge Liang meninggal dunia di Wu Zhang Yuan pada usia 53 tahun. Namun, sebelum meninggal dia memilih Jiang Wei sebagai penerus komando pasukan. Jiang Wei selanjutnya memerintahkan untuk menutupi kematian Zhuge Liang dari Wei sampai mereka tiba dengan selamat di lembah Baoye untuk kembali ke Hanzhong.
Sima Yi sendiri takut jika berita bahwa Zhuge Liang sudah mati adalah berita bohong dan merupakan kesempatan bagi Zhuge Liang untuk menyergapnya. Pada waktu itu juga ada cerita yang mengatakan bahwa Sima Yi mundur karena ia melihat patung kayu yang dipakaikan baju Zhuge Liang, sehingga seolah-olah Zhuge Liang masih hidup. Berita tentang Sima Yi melarikan diri dari Zhuge Liang yang telah mati menyebar, dan muncul kalimat “Zhuge yang telah mati menakuti Zhong Da yang masih hidup”. Zhongda adalah nama nama kehormatan milik Sima Yi.
Namun Sima Yi yang merasakan keganjilan akan strategi yang Shu pakai berkesimpulan kalau Zhuge Liang sudah wafat. Dengan kesimpulan tersebut, dia membuat tentara Wei makin bersemangat dan membuat Jiang Wei harus mundur kembali ke Shu Han. Setelah perang berakhir, Sima Yi pergi ke sisa-sisa perkemahan Shu yang telah kosong dan menganugerahi Zhuge Liang sebagai ’The greatest mind under heaven’.  Setelah itu ia menyimpulkan bahwa ia seharusnya terus mengejar pasukan Shu. Namun setelah tiba di lembah Baoye, mereka kekurangan persediaan makanan, maka itu pasukan Sima Yi akhirnya kembali ke sungai Wei.
Kematian Zhuge Liang membawa kerugian besar bagi Kerajaan Shu. Kematian Zhuge Liang menjadi awal kemunduran bangsa Shu yang akhirnya menyerah kepada Wei pada tahun 263 M (sekitar 30 tahun setelah Zhuge Liang wafat). Zhuge Liang tidak dapat memenuhi keinginan Liu Bei untuk mengembalikan kejayaan Dinasti Han; dimana dia gagal dalam menuntaskan misinya yang terakhir untuk menguasai Luo Yang. Pada tahun 265 M menteri negara Wei bernama Sima Yan (cucu dari Sima Yi) merebut kekuasaan dari keluarga Cao dan mendirikan negara Jin. Akhirnya pada tahun 280 M China resmi dipersatukan di bawah Dinasti Jin yang akan berkuasa selama lebih dari 150 tahun berikutnya.
Ia adalah salah satu tokoh sentral di balik berdirinya Tiga Kerajaan. Bersama Lima Jenderal Harimau (Five Tiger) dan Liu Bei, dia menjadikan negara Shu menjadi kuat dan makmur di masa nya. Kebesaran nama Zhuge Liang menyebabkannya digelari salah satu dari 6 perdana menteri terbesar dalam sejarah Tiongkok. Beberapa cerita Zhuge liang yang menarik lainnya, misalnya : Seratus Ribu Buah Anak Panah Zhou Yu.
Tempat Bersejarah Zhuge Liang
Jika pembaca ingin mengetahui lebih banyak lagi mengenai tokoh Zhuge Liang ini, pembaca dapat berkunjung ke Wo Long Gang (Wolong Hill) di kota Nan Yang. Di sana terdapat benda-benda bersejarah tentang Zhuge Liang, termasuk rumah tinggal Zhuge Liang, tempat belajar/membaca buku Zhuge Liang, dan sebagainya. Tempat bersejarah ini dilindungi oleh Pemerintah RRC dan digunakan sebagai tempat tujuan pariwisata.
Sumber :
https://id.wikipedia.org/wiki/Zhuge_Liang
http://www.tionghoa.info/zhu-ge-liang/

Minggu, 28 Februari 2016

Asal Muasal Kalijodo

Kalijodo yang terletak di Kelurahan Pejagalan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara menjadi bahan pembicaraan menarik saat ini. Pasalnya tempat tersebut tak lama lagi akan digusur oleh Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Tempat ini dinilai tidak memberikan manfaat sama sekali. Di tempat lokalisasi ini, selain terdapat Pekerja Seks Komersil (PSK), juga dijadikan ladang perjudian.

Ternyata lokalisasi Kalijodo punya nilai sejarah dalam perkembangan kota Jakarta. Dulunya, Kalijodo adalah sebuah lokasi sentral ekonomi yang menghidupkan Jakarta. Asal mula Kalijodo itu sendiri sebenarnya merupakan tempat persinggahan etnis Tionghoa yang mencari gundik atau selir.

Sumber Gambar: klimg.com

Melirik ke beberapa abad silam sekitar tahun 1600-an, Jakarta masih terkenal dengan nama Batavia. Pada masa kekuasaan Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC), mayoritas penduduk yang ada di sana adalah etnis Tionghoa. 

Masyarakat berlatar belakang etnis Tionghoa ini adalah orang-orang yang melarikan diri dari Manchuria. Wilayah yang dulunya terletak di dekat perbatasan Korea Utara dan Rusia ini sedang mengalami perang. Saat melarikan diri ke Batavia, mereka tidak membawa istri, sehingga mereka pun akhirnya mencari gundik atau pengganti istri di Batavia.

Sumber Gambar: usercontent.com

Dalam proses pencarian gundik, mereka kerap kali bertemu di kawasan bantaran sungai. Lalu tempat yang dijadikan dianggap menjadi pertemuan pencarian jodoh dinamakan Kalijodo. Dalam bahasa Jawa artinya “Sungai Bertemunya Jodoh”.

Sumber :
https://m.tempo.co/read/news/2014/12/05/064626627/kisah-warga-kali-jodo-yang-tinggal-sejak-1971

http://www.cnnindonesia.com/nasional/20160216145554-20-111286/cerita-remy-sylado-soal-asal-mula-kalijodo/

http://www.idntimes.com/rizal/sejarah-berdirinya-lokalisasi-kalijodo-sejak-era-kolonial-belanda-hingga-sebesar-sekarang

Semar Badranaya

Semar banyak sekali namanya, dia punya nama raden Ismaya dan nama lainnya. Banyak cerita tentang Ki semar ini.  Di gramedia banyak buku tentang semar,  terutama yang berduet dengan togog dalam kisah Sabda Palon.

Semar adalah manusia setengah dewa.  Disaat dalam bentuk Dewa semar ini ganteng sekali, di saat dalam bentuk manusia (lihat gambar di bawah).


Asal muasal semar ini tersebut dalam naskah Purwacarita dikisahkan, Sanghyang Tunggal menikah dengan Dewi Rekatawati putra Sanghyang Rekatatama. Dari perkawinan itu lahir sebutir telur yang bercahaya. Sanghyang Tunggal dengan perasaan kesal membanting telur itu sehingga pecah menjadi tiga bagian, yaitu cangkang, putih, dan kuning telur. Ketiganya masing-masing menjelma menjadi laki-laki. Yang berasal dari cangkang diberi nama Antaga, yang berasal dari putih telur diberi nama Ismaya, sedangkan yang berasal dari kuningnya diberi nama Manikmaya. Pada suatu hari Antaga dan Ismaya berselisih karena masing-masing ingin menjadi pewaris takhta kahyangan. Keduanya pun mengadakan perlombaan menelan gunung. Antaga berusaha melahap gunung tersebut dengan sekali telan namun justru mengalami kecelakaan. Mulutnya robek dan matanya melebar. Ismaya menggunakan cara lain, yaitu dengan memakan gunung tersebut sedikit demi sedikit. Setelah melewati bebarpa hari seluruh bagian gunung pun berpindah ke dalam tubuh Ismaya, namun tidak berhasil ia keluarkan. Akibatnya sejak saat itu Ismaya pun bertubuh bulat. Sanghyang Tunggal murka mengetahui ambisi dan keserakahan kedua putranya itu. Mereka pun dihukum menjadi pengasuh keturunan Manikmaya, yang kemudian diangkat sebagai raja kahyangan, bergelar Batara Guru. Antaga dan Ismaya pun turun ke dunia. Masing-masing memakai nama Togog dan Semar.

Semar adalah manusia yang paling bijak yang pernah ada (dunia wayang, jaman dahulu) pada jamannya.  Dalam beberapa kisah, jika ada kekacauan yang sulit diatasi, dengan mendatangkan Ki Semar semuanya pasti selesai.  Makanya dengan adanya wayang, si Juru wayang suka menyampaikan sifat kebijaksanaan lewat Ki Semar.  Semar ditakutin sama musuh karena mempunyai senjata nomor satu.  Walaupun begitu, dalam kehidupan sehari-hari beliau ini bersahaja, rendah diri dan tidak suka mempamerkan kalau dia itu powerman (anak dewa, ganteng, dll).  Ki semar sering menguji wanita dengan menunjukan jati dirinya baik jati diri asli (ganteng) atau jati diri samaran (gendut).

Tokoh semar ini ada tidak begitu aja (asal ada), tetapi ada unsur pesan tersembunyi dari tingkah lakunya yang baik dan bijaksana.  Pesan ini bagus, terutama untuk para pimpinan yang perlu poweritas dan kebijaksanaan.

Buku-buku yang beredar tentang mas Semar dengan beberapa penulis (bukan pengarang) seperti :



Sumber sumber :

https://id.wikipedia.org/wiki/Semar
http://prasetyod168.blogspot.co.id/2012/10/cerita-dan-asal-usul-semar-dan-togog.html
https://kariyan.wordpress.com/siapa-semar/
http://djerugangsiji.blogspot.co.id/2013/06/kisah-asal-mula-petruk-gareng-bagong.html

Sabtu, 27 Februari 2016

10 Samurai Terbaik di Sejarah Jepang

Samurai adalah petugas militer kelas elit yang ada pada era industrialisasi di Jepang. Samurai yang sering disebut pejuang atau pahlawan dari jepang ini telah dikenal secara luas karena kekuatan dan kepahlawanannya yang mengagumkan. Bahkan samurai-samurai jepang ini sering terlihat di game dan komik.
Perlu diketahui bahwa gambar di bawah hanya gambar fiksi, bukan gambar sebenarnya dari tokoh tersebut.

10. Hattori Hanzo
Bagi Anda yang familiar dengan nama ini pasti lebih mengenal nama ini sebagai seorang ninja yang loyal dan juga tangguh. Hattori Hanzo adalah seorang samurai yang juga merupakan seorang ninja, pemimpin klan ninja Iga. Ia memiliki julukan 'Oni Hanzo' atau 'Devil Hanzo'
Ia bertugas melakukan mata-mata dan penipuan yang akhirnya berhasil membawa Tokugawa menjadi Shogun (Kaisar Jepang). Hattori Hanzo meninggal pada tahun 1596 di umur 55. Ada berbagai versi mengenai kematiannya, salah satu mengatakan ia mati secara alami.
Versi lainnya mengatakan bahwa ia mati karena dibunuh rivalnya dari klan Ninja Fuma, yakni Kotaro Fuma. Kotaro Fuma menipu Hattori Hanzo ke tempat sempit yang di sana Hanzo masuk ke dalam perangkap Kotaro.

9. Miyamoto Musashi
Ya, nama ini sering terdengar di komik dan buku Jepang, biasa dikenal dengan nama Musashi. Miyamoto Musashi adalah seorang pengembara atau tepatnya ronin (seorang  samurai tanpa pimpinan yang mengembara). Pada saat itu, di Jepang banyak sekali ronin, tetapi yang paling terkenal adalah Miyamoto Musashi. Bahkan, ia pernah disebut sebagai 'Dewa Pedang'.
Ia terkenal karena kekuatannya, dimana ia pernah tidak terkalahkan dalam 60 pertempuran, yang kemudian lebih terkenal lagi sejak ia mengalahkan rivalnya, ahli bela diri pedang 'Kojiro Sasaki' di Pulau Ganryu, aksi ini dikenal sebagai Duel Ganryujima.
Di masa tuanya, ia menulis buku yang berjudul 'Go Rin No Sho' atau 'The Book of Five Rings', sebuah buku yang mendeskripsikan berbagai teknik pedang yang dikenal seacara luas oleh para pebisnis dan ahli bela diri.

8. Maeda Keiji
Maeda Toshimasu atau lebih dikenal sebagai Maeda keiji adalah Samurai yang lahir sebagai Klan Takigawa dan diadopsi oleh Maeda Toshihisa. Ia menjadi bawahan Oda Nobunaga bersama pamannya. Jika Anda mengetahui Lu Bu dari sejarah Cina, Maeda Keiji sering dibandingkan kekuatannya dengan Lu Bu dari sejarah Cina tersebut.
Aksi terkenalnya adalah pada saat ia bertempur dengan Pasukan Uesugi di Pertarungan Mogami, ia menembus pasukan musuh hanya dengan 8 pengendara kuda dan memecah formasi pasukan musuh.
Ia juga dikenal karena kudanya yang bernama Matsukaze, dengan kudanya dan tombak bergigi duanya, ia menunjukkan kekuatannya yang luar biasa. Berdasarkan legenda, Matsukaze adalah kuda yang tidak memperbolehkan siappun mengendarainya, tetapi hanya Maeda yang dapat menjinakkan kuda tersebut. Beberapa mengatakan mungkin karena sifat liar Maeda. Sejak saat itu, mereka tidak pernah berpisah.

7. Honda Tadakatsu
Seorang samurai yang juga merupakan seorang Jenderal dan Daimyo (Pemimpin wilayah yang Kuat) bawahan setia Tokugawa Ieyasu. Anggota dari 'Tokugawa Four Heavenly Kings' dan dikenal sebagai "Prajurit yang Melampaui Kematian".
Julukannya terebut didapat karena selama ia berada di lebih seratus pertempuran, tidak pernah sekalipun ia terkalahkan dan mendapatkan luka yang berarti selama pertempurannya tersebut. Ia adalah Samurai yang bertempur dengan tombak panjang, dengan sebutan lainnya "Three Great Spears of Japan".
Salah satu tindakannya yang terkenal adalah pada tahun 1584, hanya dengan pasukan yang kecil dan melawan pasukan yang sangat besar oleh Toyotomi Hideyoshi, ia tetap berani menantang pasukan Hideyoshi. Tindakan tersebut membuat Hideyoshi kagum, dan akhirnya memerintahkan keamanan dari pasukan Tadakatsu dan semua pasukannya.

6. Sanada Yukimura
Nama aslinya adalah Sanada Nobushige, ia dan ayahnya terkenal sebagai strategis militer yang hebat, dimana walaupun pasukannya sedikit, ia sering memenangkan perperangan. Ia mendapat banyak julukan karena aksinya, yakni "Pahlawan yang Hanya Muncul Seratus Tahun Sekali", "Iblis Perang Merah Tua" dan juga "Prajurit Nomor Satu dari Jepang".
Aksinya yang terkenal adalah pada saat ia melindungi Istana Osaka, melawan pasukan Tokugawa yang berjumlah sekitar 164 Ribu dengan pasukan Hideyori Toyotomi dan Pasukan Yukimura yang hanya berjumlah 7 Ribu Orang. Walaupun pasukannya sangatlah sedikit dibandingkan pasukan musuhnya, Sanada Yukimura berhasil memukul mundur pasukan Tokugawa berkali-kali, bahkan Sanada sempat melakukan penyerangan, dimana berhasil menerobos sampai 3 kali.
Tokugawa Ieyashu yang marah, akhirnya menggunakan artileri (meriam) dan juga pasukannya untuk menggali tembok tersebut, tapi itu juga tidak berpengaruh banyak. Hingga akhirnya karena ibu Hideyori tidak dapat menahan perperangan yang terus berlangsung, membujuk Hideyori untuk berdamai. Hideyori-pun mendengarkan ibunya dan berdamai dengan Ieyashu.

5. Date Masamune
Samurai yang pada masa kecilnya kehilangan mata kanan karena cacar dan pada masa awal karirnya sering mengalami kekalahan ini, merupakan jenderal yang sangat ditakuti di Jepang. Dikatakan, setiap orang yang pernah bertemu dengan Masamune memiliki ketakutannya tersendiri, karena sifat Masamune yang kasar dan ceroboh walaupun pada masa Perang. Memiliki julukan 'One-Eyed Dragon' atau 'Naga Bermata Satu'
Salah satu aksi lain yang membuatnya terkenal adalah pada saat ayahnya, Date Terumune diculik. Ayahnya pernah berkata kepadanya untuk membunuh semua penculiknya walaupun ayahnya juga terbunuh dalam proses itu. Masamune mendengarkan hal itu dan membunuh semua penculik ayahnya, bersama dengan ayahnya. Tidak hanya itu, ia bahkan menyiksa dan membunuh secara kejam semua pneculik ayahnya.
Aksi lain yang membuatnya terkenal adalah sifat ketertarikannya akan teknologi asing, dimana ia berlayar ke Roma untuk bertemu dengan Pope (Paus), dengan kapalnya, Date Maru. Hal ini membuatnya sebagai salah satu pelayar pertama yang mengarungi lautan ke Dunia.

4. Tokugawa Ieyashu
Di Jepang, ada istilah mengenai Oda Nobunaga, Toyotomi Hideyoshi dan Tokugawa Ieyashu: "Nobunaga menumbuk kue beras, Hideyoshi mengadonnya, dan Ieyashu-lah yang akhirnya duduk dan memakannya."
Tokugawa Ieyashu mungkin merupakan samurai yang paling terkenal sebagai salah satu pemersatu Jepang, yang lain adalah Oda Nobunaga dan Toyotomi Hideyoshi. Walaupun Tokugawa tidak memiliki keberanian dan kisah menakjubkan seperti Nobunaga dan Hideyoshi, ia mencapai puncak dengan cara meletakkan dirinya pada posisi terbaik pada semua kemungkinan. Ia membayangkan Feudalisme Jepang seperti permainan papan.
Salah satu aksinya yang terkenl adalah pada saat ia memenangkan perperangan Sekigahara, salah satu perang paling penting di Sejarah Jepang yang memperbolehkannya menjadi Shogun (Kaisar Jepang) beberapa tahun kemudian. Bahkan kejayaannya dapat bertahan sampai 250 tahun dimana ironisnya, di masa ini jugalah masa samurai berakhir.

3. Toyotomi Hideyoshi
Merupakan permersatu ke-2 di Jepang, pada awalnya ia hanyalah prajurit rendahan tanpa darah samurai. Tetapi, bersama dengan kebesaran Nobunaga, ia juga memisahkan diri dari hal tersebut untuk menjadi Jenderal besar di bawah naungan Nobunaga. Diberi julukan sebagai "Pemersatu Jepang Terbaik Ke-Dua"
Salah satu aksinya yang terkenal adalah pada saat ia membuat "One-Night Castle" atau "Istana Satu Malam", dimana seakan-akan ia membuat istana Ichiya hanya dengan waktu satu malam. Trik di baliknya adalah, ia sudah secara rahasia membuat istana tersebut, dan pada suatu malam, ia memotong semua tali yuang mengikat pohon yang menutupi istana tersebut, dan membuat tentara musuh kaget.
Hideyoshi juga membuat Istana Besar Osaka, struktur yang masih berdiri hingga sekarang ini. Ironisnya adalah istana ini jugalah yang menjadi tempat kematian anaknya, Hideyori, dimana meruapakan akhir dari generasi Toyotomi. Ia juga adalah orang yang memulai penyerangan ke Korea.

2. Takeda Shingen
Merupakan Daimyo Luar Biasa dari Provinsi Kai, dengan julukannya "Tiger of Kai". Ia juga disebut-sebut seandainya ia tidak mati karena peluru pada tahun 1573, ia mungkin akan melebihi Oda Nobunaga. Walaupun adanya perperangan konstan yang menghancurkan klan-klan lain, Klan Takeda yang dipimpinnya berhasil menunjukkan kekuatannya pada perperangan yang didominasi oleh Oda Nobunaga dan Tokugawa Ieyashu.
Salah satu aksinya yang paling terkenal adalah pertempuran berdarah dengan rivalnya, Uesugi Kenshin, dimana ia bertarung satu lawan satu melawan Uesugi yang berada di atas kuda hanya dengan sebuah kipas perperangan. Ia juga dipercaya sebagai satu-satunya daimyo yang dapat melawan kekuatan super Oda Nobunaga, sayangnya ia lebih memilih menyelesaikan masalah loal provinsi.
Shingen juga terkenal sebagai salah satu panglima perang yang mengintegrasikan senjata api ke prajuritnya, dibandingkan menggunakan panah yang kuno. Kejadian ironisnya adalah ia meniggal karena ia sendiri ditembak oleh senjata api.

1. Oda Nobunaga
Pada masa samurai di Jepang, tidak ada samuari yang lebih kuat dan licik dibandingkan Oda Nobunaga. Namanya dicantumkan di Sejarah Jepang bukan tanpa alasan. Ia memiliki julukan sebagai 'Fool of Owari' (Orang Bodoh dari Owari) karena perilakunya semasa kecil dan 'Demon King' (Raja Iblis).
Kekuatannya dimulai oleh penyerangan Yoshimoto Imagawa akan Provinsi Owari dengan Oda Nobunaga yang berkuasa atas provinsi itu. Pasukan Imagawa yang lebih besar 8 kali dari pasukan kecil Nobunaga, berhasil dikalahkan oleh Nobunaga dengan menggunakan ksempatan pada saat pasukan Imagawa berteduh karena adanya badai. Dari sini, ia memulai mengembangkan kekuatannya dengan berteman bersama Toyotomi Hideyoshi dan Tokugawa Ieyashu.
Ia berhasil menjadi jenderal yang tidak terkalahkan karena ia menemukan sistem kelas untuk para prajurit, yang membagi peran berdasar pada kekuatan dan keahliannya. Ia juga menjadi penemu dari penyerangan 'rotating volley' yang memperbolehkan penembakan tanpa henti dari pasukan senjata api.
Walaupun kesuksesannya sangat besar, sayangnya ia meninggal dikhianati oleh bawahannya, Akechi Mitsuhide dan melaksanakan Seppuku (bunuh diri dengan pisau pendek) sementara pasukannya menahan pasukan Mitsuhide. Ada yang mengatakan bahwa Nobunaga mencapai kekuasannya karena ia bersepakat dengan Sang Iblis, sehingga mendapat julukan 'Raja Iblis'.

--
[+] Tomoe Gozen
Walaupun ia adalah seorangwanita, Tomoe adalah seorang samurai yang mengagumkan, dideskripsikan sebagai wanita dengan kecantikan yang luar biasa, rambut hitam yang panjang dan ahli pedang serta panah. Memiliki julukan sebagai wanita yang "Siap Melawan Iblis Maupun Dewa".
Merupakan bawahan Minamoto Yoshinaka dan dipercaya telah berperang serta berhasil bertahan hidup  melewati Genpei War. Dikatakan pada setiap perperangan, Yoshinaka akan memilihnya sebagai pemimpin utama dengan pedang yang melebihi ukuran tubuhnya serta keberanian yang melebihi pejuang lain di unitnya.
Sesudah perang, beberapa versi mengatakan ia pensiun sebagai biarawati, beberapa lainnya mengatakan ia hidup sebagai istri dari Wada Yoshimori. Sayangnya, kebanyakan mengatakan ia hanyalah kisah fiksi dari Heike. Tapi, kuburan bawahan wanita Yoshinaka, seperti Yamabuki Gozen dapat ditemukan dan beberapa kisah fiksi Heike juga dipercaya benar. Kebenaran dari Tomoe Gozen hanya tergantung atas kepercayaan masing-masing.

Sumber : http://www.tahupedia.com/content/show/96/10-Samurai-Terbaik-di-Sejarah-Jepang